Strategi Pengembangan ASN Melalui Mekanisme Tata Kelola Pemerintah yang Terpadu

Oleh: Endah Septianingrum, ST

PNS Jabatan Analis Tata Ruang

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Aparatur Sipil Negara atau ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN memiliki 3 tugas utama yaitu melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari interverensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun kondisi yang terjadi di Indonesia sendiri masih banyak ASN yang tidak mengetahui tugas dan perannya sebagai seorang ASN dan menjadikan “cocoklogi” sebagai dasar pembuatan kebijakan. Inovasi menjadi barang mewah yang dianugerahkan kepada segelintir orang-orang tertentu.

Sebelumnya tidak pernah terbesit untuk mengabdikan diri menjadi seorang ASN. Harapan orang tua dan pekerjaan sebelumnya yang bekerja di swasta (ingin mengubah Indonesia dari dalam) menjadi motivasi dan titik awal untuk mempertimbangkan menjadi seorang ASN. Tumbuh dari keluarga yang bukan dari lingkungan ASN, membuat diri ini berandai-andai kehidupan ASN seperti apa yang akan dijalani nantinya. Stereotip masyarakat yang menyatakan ASN sebagai profesi paling “nyaman” masih lekat dibenak masyarakat membuat kompetisi menjadi ASN semakin sengit dari tahun ke tahun.  Namun pemikiran tersebut terpatahkan dengan singkat dinamika kerja yang sangat fluktuatif menjadi tantangan sendiri selama menjadi seoarang ASN. Pekerjaan yang sifatnya teknis hingga administratif mau tidak mau menjadi makanan sehari-hari. Pilihan dan skala prioritas menjadi hal yang tidak dapat dihindari dalam perjalanan karir sebagai ASN, terkadang keputusan yang dibuat bukanlah merupakan keputusan terbaik tetapi harus memilih keputusan yang optimal dari segala keterbatasan yang ada.

“Ketimpangan itu nyata” adalah sebuah kalimat sederhana tetapi kalimat yang paling tepat dalam mendeskripsikan ASN negeri ini dari berbagai aspek. Penyelenggaraan otonomi daerah yang digunakan sebagai usaha dalam memperpendek jarak ketimpangan antar daerah belum cukup menjawab permasalahan yang ada. Masalah yang terjadi bukan hanya dari segi kapasitas SDM, ketersediaan anggaran, konflik kepentingan dari berbagai kelompok masyarakat juga mewarnai masalah yang terjadi pada kehidupan ASN , tetapi akar permasalahannya adalah perbedaan nilai dan pola pikir dalam menjalani tugas perannya. Satu jawaban yang perlu dilakukan adalah membuat sebuah sistem yang terpadu.

Permasalahan ASN di Indonesia ini tidak dapat dilakukan secara parsial, namun harus dibentuk sistem yang matang dan dilakukan secara berkesinambungan dan terpadu. Sistem tersebut dibagi menjadi 6 (enam) strategi yang masing masing berada di 3 (tiga) tahapan. Tahap pertama adalah persiapan disini pertama kali yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi peran dari setiap tatanan manajemen ASN, sehingga disini bisa ditemukenali peran, tugas, tanggung jawab dari setiap individu agar terintegrasi menjadi sebuah organisasi yang utuh dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan publik. Kedua membuat perencanaan yang tidak hanya berorientasi terhadap isu dan permasalahan yang terjadi tetapi juga dapat memprediksi kebutuhan perkembangan global yang semakin hari semakin meningkat.

Selanjutnya tahapan operasional, strategi ketiga yang harus dilakukan mulai mencari inovasi-inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (pengembangan software, atau riset-riset yang dapat dijadikan alat mempermudah pekerjaan) demi mendapatkan hasil yang efektif dan efisien. Strategi keempat yang dapat dilakukan yaitu pemenuhan target dan realisasi yang terukur dan sistematis dan berorientasi pada tujuan awal yang telah ditetapkan dengan cara pemberian insentif dan disinsentif sebagai salah satu instrumen penanganan manajemen ASN yang baik. Tahapan terakhir yaitu evaluasi dengan strategi melakukan pelaporan dan pengawasan terhadap kinerja ASN selain berfungsi sebagai evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dari seorang individu, namun juga dapat digunakan sebagai masukan dalam perencanaan di masa yang akan datang. Strategi terakhir adalah manajemen risiko dan yang paling sering terlewati dalam sistem pemerintahan saat ini. Evaluasi yang dilakukan distrategi sebelumnya hanya digunakan sebagai masukan namun dalam hal menanggulangi konsekeunsi risiko kurang mendapat perhatian. Padahal sejatinya manajemen risiko dapat dijadikan sebagai referensi dalam penanggulangan dampak masalah yang akan terjadi maupun  yang sudah terjadi. Manajemen risiko ini dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap faktor-faktor internal dan eksternal dalam membuat keputusan, selain itu pembuatan kelembagaan tersendiri yang berfokus pada penanganan manajemen risiko bisa menjadi salah satu alternative lain bila ASN saat ini belum mampu melaksanakannya secara menyeluruh.

Keenam strategi yang telah dijabarkan sebelumnya dapat berhasil bila terdapat komitmen dari ASN secara keseluruhan untuk ikut terlibat dalam pelaksanaannya. Diharapkan ASN Indonesia di masa yang akan datang memiliki semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Ketimpangan pembangunan yang terjadi di Indonesia saat ini tidak lepas dari kontribusi pemerintah (khususnya ASN). Ibarat lari maraton dunia menuntut Indonesia untuk berlari, tetapi hambatan hambatan yang menjadi beban mengakibatkan gerakan menjadi melambat. Kondisi ini bisa mengakibatkan kita stuck (berhenti) di satu titik dan akhirnya menyerah. Namun bila kita terus berusaha dan menanggalkan beban yang ada Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat dan bahkan mengejar ketertinggalan yang ada dan menjadi negara yang mandiri.

Total Page Visits: 211 - Today Page Visits: 2