PNS, Profesi Yang Dibenci Namun Diidamkan

Oleh: Dwi Novia Puspitasari

BKHH Kawasan Kebun Raya Cibodas LIPI

PNS/ASN adalah profesi yang sering dibenci dan dicaci tetapi banyak yang mendambakannya termasuk saya. Saya merupakan anak dari pasangan suami istri yang berprofesi sebagai PNS di sebuah Desa kecil di Kota Pati Jawa Tengah. Orang tua saya mengabdikan diri sebagai guru sekolah dasar di desa saya. Profesi PNS di desa saat itu sangat dikagumi dan dihargai oleh masyarakat walaupun dengan gaji yang cukup. PNS di desa saya dianggap paling wah dan memiliki kehidupan yang layak padahal mereka tidak mengetahui sebenarnya apa yang kita alami dan hadapi. Kami hidup secara sederhana, makan seadanya, dan kami bisa rekreasi pun karena orang tua saya harus ikut menemani anak didiknya untuk rekreasi dan mereka mengajak saya dan saudara saya untuk ikut pergi. Saya bangga menjadi bagian dari kelurga PNS karena dari gaji PNS itulah saya dan dua saudara saya lainnya dapat sekolah hingga perguruan tinggi. Dari kecil saya sudah merasakan hidup dari gaji seorang PNS, sudah merasakan suka dukanya hidup dalam keluarga PNS dan itu juga yang menjadi salah satu alasan saya kenapa saya ingin menjadi seorang PNS. Walaupun gaji pas-pasan tapi kami semua merasa berkecukupan.

Selain itu dengan menjadi PNS saya berharap dapat berguna untuk masyarakat karena PNS adalah abdi negara yang digaji oleh Pemerintah dengan menggunakan uang rakyat. Sehingga dengan menjadi PNS saya berharap akan dapat berbuat yang terbaik untuk bangsa ini. Saya juga masih ingat waktu masih kuliah saya berbincang dengan teman saya mengenai keinginan saya untuk menjadi PNS. Saat itu teman saya menyampaikan bahwa untuk menjadi PNS tidak gampang. Membutuhkan uang sebagai pelicin, dan membutuhkan kolega untuk bisa diterima menjadi PNS. Saat itu saya sampaikan bahwa dengan nilai IPK dan kemampuan saya ini maka saya akan buktikan bahwa saya bisa menjadi seorang PNS tanpa harus menggunakan embel-embel di belakangnya. Dan akhirnya tahun 2008 saya bisa membuktikan itu.

Saya juga ingin menepis anggapan buruk masyarakat mengenai PNS. Saat ini banyak stigma negatif mengenai PNS bermunculan di masyarakat. Beberapa contoh stigma negatif masyarakat mengenai PNS saat ini antara lain ada yang beranggapan bahwa PNS dipilih dan diangkat melalui jalur KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), oportunis, memanfaatkan posisi, menyalahgunakan wewenang dan jabatan/korupsi, datang ke tempat kerja hanya untuk absen saja, tidak disiplin, PNS hanya menghambur-hamburkan uang negara saja, PNS kerjanya santai dan tidak ada target, suka belanja di mall atau pasar saat jam kerja, lebih banyak nongkrong, baca koran, main catur bahkan ngerumpi di tempat kerja. Kenapa masyarakat beranggapan seperti itu pastinya ada alasannya. Mungkin mereka suka melihat ada oknum PNS yang melakukan itu dan itu yang membuat mereka menyamaratakan bahwa semua PNS itu sama saja. Padahal tidak semua PNS seperti itu dan saya sendiri pun membuktikan bahwa saya bekerja sebagai PNS saat ini juga memiliki target pekerjaan, tidak hanya datang absen saja, bisa bekerja optimal dan produktif dan justru banyak yang bisa saya kerjakan. Jadi anggapan jika PNS hanya main catur saja, duduk enak, baca koran, ke mall saat jam kerja itu tidak benar dan saya buktikan sendiri saat ini setelah saya menjadi PNS.

Alasan lain yang memotivasi saya untuk menjadi PNS adalah karena adanya tunjangan hari tua setelah pensiun. Setelah saya pensiun nanti saya tidak ingin merepotkan anak-anak saya. Walaupun gaji tidak seberapa tetapi jika saya memiliki uang pensiunan maka saya masih memiliki pegangan untuk hidup dan tidak harus merepotkan anak cucu saya. Seperti orang tua saya rasakan saat ini. Di hari tuanya mereka sekarang tinggal menikmati hidup, bercanda tawa dengan cucu-cucunya, dan masih bisa membeli ini itu dengan menggunakan uang pensiunannya sendiri walaupun anak-anaknya juga telah memenuhi segala kebutuhan mereka.

PNS saat ini jauh berbeda dengan PNS pada zaman dahulu. Jika dahulu gaji hanya cukup untuk hidup sebulan maka PNS saat ini kesejahteraanya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Hal ini dilakukan pemerintah agar PNS dapat bekerja lebih optimal, lebih baik dan lebih produktif. Saat ini kesejahteraan PNS semakin mengalami peningkatan yaitu selain mendapatkan gaji pokok juga mendapatkan uang makan sebagai pengganti beras, tunjangan jabatan, tunjangan profesi dan tunjangan kinerja. Oleh karena itulah PNS saat ini menjadi incaran banyak orang. Tetapi untuk menjadi PNS saat ini pun tidak semudah yang dibayangkan karena selain syarat administratif seperti IPK juga dibutuhkan tes psikologis, wawancara dan tes kemampuan umum.

Saat sudah diterima menjadi PNS juga tidak seindah yang dibayangkan. Mungkin ada beberapa kendala yang dihadapi seperti harus bisa bekerja dalam tim di lingkungan baru, harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menempatkan diri dengan lingkungan baru. Saya kebetulan salah satu orang yang supel dan mudah untuk menempatkan diri dengan lingkungan baru jadi untuk bisa menyesuaikan diri di tempat yang baru itu bagi saya tidak masalah. Saya juga orangnya cuek sehingga saat ada orang yang berbicara negatif mengenai saya, saya anggap itu suatu ujian dan tantangan bagi saya. Ada yang bilang saya maniak kerja dan kerjaan apa saja saya kerjakan. Bagi saya bekerja itu bukan untuk dilihat atasan tetapi bekerja itu harus dilakukan dari hati. Jadi mau apapun pekerjaan yang diberikan dan dilimpahkan kepada saya maka selama saya masih bisa mengerjakan akan saya kerjakan.

Salah satu masalah yang sering saya hadapi saat ini adalah minimnya komunikasi dan koordinasi dalam suatu organisasi atau instansi. Biasanya yang melatar belakangi masalah tersebut adalah adanya salah paham antara pegawai, ketidaksukaan, iri dan dengki saat ada temanya yang sering diberikan pekerjaan oleh atasan. Padahal saat kita masuk dalam suatu organisasi/ institusi maka kita harus siap dengan segala resikonya. Ada yang suka dengan kita dan ada yang tidak, ada yang sependapat sama kita dan ada yang tidak itu sesuatu yang wajar dalam berorganisasi. Hal itu tergantung diri kita masing-masing menyikapinya. Jangan malah membawa hal tersebut ke ranah pribadi, mempengaruhi teman lain untuk mengikutinya dan akhirnya terjadi salah paham dalam suatu organisasi. Terhambatnya komunikasi dan koordinasi akan menjadikan kondisi organisasi menjadi tidak kondusif sehingga pekerjaan pun menjadi terbengkalai dan tujuan dari suatu oarganisasi tidak dapat tercapai dengan baik.

Masalah tersebut seharusnya tidak perlu ada jika kita dapat menyikapi semua dengan kepala dingin. Bagi saya perbedaan itu biasa tetapi jangan jadikan perbedaan itu menghancurkan komunikasi dengan tim dan teman kita. Masalah komunikasi tersebut biasanya dipengaruhi oleh masalah pribadi oleh karena itu saat kita bekerja maka kesampingkan masalah pribadi kita. Jangan membawa masalah pribadi dalam hal pekerjaan dan begitu sebaliknya. Selain itu kita harus selalu instropeksi diri, selalu berfikir positif, menahan dan menata diri kita. Jangan sampai kita menyalahkan orang lain saat atasan kita tidak memakai kita (tidak memberi perkejaan kepada kita). Seharusnya di situ kita lebih instropeksi diri apa yang salah dari diri kita jangan justru menyalahkan teman kita dan jangan suka baperan. Karena saya yakin bahwa atasan akan memberikan pekerjaan itu kepada bawahan yang dapat bekerja dengan baik, tidak banyak bicara, tidak banyak mengeluh, tidak banyak tuntutan dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Nah, di situ kita harus berkaca dan selalu berfikir positif karena energi positif akan menghasilkan sesuatu yang positif juga.

Bagi saya seorang PNS itu harus dapat bekerja dengan tim, bekerja dengan ikhlas dan tanpa banyak tuntutan. Prinsip kerja saya adalah saya harus bekerja dengan baik, lebih produktif dan semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik tanpa banyak tuntutan dan tanpa menundanya. Saya berharap bisa berkontribusi bagi negara sekecil apapun itu. Saya tidak dapat memberikan harta bagi negara ini tetapi saya masih memiliki akal, pikiran dan tenaga untuk saya sumbangkan kepada negara ini. Jangan pernah memikirkan apa yang kita dapatkan dari negara tetapi pikirkanlah apa yang dapat kita berikan untuk negara. Untuk kedepannya PNS harus lebih didorong untuk berkembang, berkreasi dan berkaya serta mengembangkan diri melalui sekolah maupun pelatihan-pelatihan. Megenai kesejahteraan menurut saya saat ini PNS sudah lebih sejahtera dan harusnya dapat bekerja lebih baik.

Total Page Visits: 352 - Today Page Visits: 2